perbandingan kaca polos dan kaca jernih

Pasti kalian sering mendengar istilah kaca extra clear glass di pasaran, apa sih yang membedakan nya dengan sebuah kaca polos biasa ( Float glass ) yang biasa di gunakan pada bangunan, baik rumah tinggal (residensial), pertokoan, gedung , serta kebutuhan yang menggunakan kaca tersebut ?Perbandingan Kaca Polos (float glass) dengan kaca super jernih ( extra clear glass )
Banyak di kalangan masyarakat kita yang masih sulit sekali untuk membedakan antara kaca polos biasa dengan kaca extra clear glass. Pada dasarnya kaca extra clear glass secara fungsi sama saja dengan kaca polos biasa ( float glass ). Yang membedakan kaca polos biasa dengan kaca extra clear glass adalah tingkat kejernihan kaca nya.

Kaca extra clear glass memiliki tingkat kejernihan kaca yang super jernih, yang diperoleh dengan mengurangi semaksimal mungkin kandungan besi pada saat proses produksi sehingga warna hijau atau efek kehijauan yang biasa terdapat pada kaca polos atau kaca bening biasa pada umumnya menjadi hilang. Dan menghasilkan suatu produk kaca dengan tingkat kejernihan yang tinggi untuk tampilan visual yang maksimal. Kaca clear glass ini juga dapat di proses lebih lanjut seperti kaca polos biasa, dapat di proses menjadi kaca tempered, kaca laminated, bevel, dan di bending.

Kaca polos vs Kaca super jernih

Selain menjual produk kaca dekoratif , Himalaya Abadi juga menjual kaca interior seperti kaca extra clear glass atau biasa kita kenal dengan sebutan Crystal Clear Glass yang dapat menunjang tampilan interior ataupun eksterior hunian anda.

perbedaan kaca tempered dan laminated

Apa Beda Kaca Laminated dan Tempered?

Kaca tempered dan kaca laminated merupakan kaca dengan tingkat keamanan dan perlindungan yang tinggi terhadap penghuni. Oleh karena itu, kedua kaca ini termasuk kategori safety glass. Namun, apa perbedaan kedua jenis kaca ini?

Perbedaan kedua kaca ini, salah satunya adalah jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pecahnya kaca, maka kaca laminated tidak akan berhamburan, hanya retak dan sangat sulit ditembus. Sementara itu, jika kaca tempered pecah, kepingannya akan berbentuk kecil-kecil dan tidak tajam. Keunggulan kedua jenis kaca ini sebenarnya saling melengkapi, hanya penggunaannya yang berbeda.

Kaca laminated diciptakan pertama kali oleh kimiawan asal Perancis, Edouard Benedictus, yang terinspirasi oleh sebuah kecelakaan laboratorium. Sebuah botol kaca telah dilapisi dengan plastik selulosa nitrat dan ketika jatuh tidak hancur berkeping-keping.

Kemudian, Benedictus memproduksi komposit gelas plastik tersebut untuk mengurangi luka dalam kecelakaan mobil. Hal itu tidak segera diadopsi oleh produsen mobil, tapi kaca laminated telah banyak digunakan di lensa-lensa masker gas selama Perang Dunia I.

Pada 1939, sekitar 56.000 meter persegi kaca laminated digunakan sebagai pengaman bagian depan mobil setiap tahun dalam setiap kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan raksasa otomotif, Ford Motor. Penggunaannya pun semakin berkembang.

Kaca laminated terdiri atas komposisi satu atau lebih lebih lembaran polifinil yang transparan, fleksibel, dan sangat kuat, dengan satu atau lebih lembaran kaca float. Kemudian  disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan.

Penggunaan kaca laminated terutama untuk atap kaca, skylight, dinding kolam renang, dan bidang lain, untuk mencegah adanya reruntuhan kaca jika pecah. Kaca laminated juga sering digunakan untuk lemari pajang barang-barang berharga (antipencuri).

Kaca laminated yang terdiri atas dua lembar kaca biasanya digunakan untuk bangunan. Sedangkan yang terdiri lebih dari dua lembar, biasanya untuk penggunaan khusus, seperti kaca antipeluru, kaca akuarium yang besar, dan kaca pesawat terbang. Secara umum, karakteristik kaca laminated, yaitu aman, memberi perlindungan, kontrol kedap suara, membatasi sinar ultra violet, dan warna bervariasi. [*/ACH]